PT. Rifan Financindo Berjangka News

PT. Rifan Financindo Berjangka adalah anggota dari dua bursa berjangka yang ada di Indonesia yaitu Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka

  • PT Rifan Financindo Berjangka
  • Profil PT Rifan Financindo Berjangka
  • Legalitas PT Rifan Financindo Berjangka
  • Penghargaan PT Rifan Financindo Berjangka
  • Fasilitas dan Layanan PT Rifan Financindo Berjangka
  • DROPDOWN MENU
Home » PT Rifan Financindo » BERAS MEDIUM MAHAL, Spanduk Ketetapan HET Bertebaran di Pasar Cipinang

BERAS MEDIUM MAHAL, Spanduk Ketetapan HET Bertebaran di Pasar Cipinang

Posted by PT. Rifan Financindo Berjangka News on Rabu, 10 Januari 2018
Label: PT Rifan Financindo

Gonjang-ganjing harga beras medium memberikan warna tersendiri di Pasar Induk Beras Cipinang | PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo



“Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah diberikan peringatan tertulis paling banyak 2(dua) kali oleh  pejabat penerbit izin,” seperti bunyi dari Pasal 7 Ayat 2 Permendag 57 Tahun 2017.

 Beleid HET beras ditetapkan pada 24 Agustus 2017 dan diundangkan pada 28 Agustus 2017. Aturan tersebut mulai berlaku per 1 September 2017.

“Beras premium adalah jenis beras yang memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14% dan butir patah maksimal 15%,” dikutip dari salinan Permendag 57 Tahun 2017.

Dalam beleid itu, ditegaskan HET merupakan harga jual tertinggi beras kemasan atau curah di pasar rakyat, toko modern, dan tempat penjualan eceran lainnya. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut akan mendapatkan sanksi administratif berupa pencabutan izin oleh pejabat penerbit izin. 

Seperti diketahui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras (HET) membagi beras medium dan premium melalui butir patah maksimal.

Penjelasan mengenai pembagian kategori beras tersebut tertuang dalam Pasal 1 Ayat 2 dan 4 mengenai penjelasan beras premium dan medium. Untuk jenis medium, butir patah maksimal yang ditentukan oleh pemerintah sebanyak 25%.

Harga beras medium memang terus merangkak naik. Dari pantauan Bisnis di Pasar Induk Beras Ciping beras Muncul III yang di awal Januari 2018 dipasarkan Rp10.500, pada 10 Januari 2018 sudah menjadi Rp11275/kg.

Sementara itu sejumlah beras premium pun mulai melewati batas HET. Seperti beras cianjur kepala atau pandan wangi premium yang awal Januari 13.950 pada hari ini menjadi Rp14.525/kg.

Saat Bisnis mengunjungi pasar tersebut dan menanyakan pergerakan harga, sejumlah orang di sana langsung mengaitkan kenaikan harga dan pengumuman di spanduk, yang mengingatkan kembali adanya harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras medium.

Sementara itu, di bagian bawahnya tertulis Bulog. Andalan Ketahanan Pangan,Kepolisian Negara Republik Indnesia. Satgas Pangan, dan Food Station.

Tercantum di bagian atas kiri Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Memasuki hari kedua, di sejumlah toko di pasar tersebut, ditempel spanduk dengan tulisan Harga Beras Medium Rp9.300/kg.

Gonjang-ganjing harga beras medium memberikan warna tersendiri di Pasar Induk Beras Cipinang.

Harga Beras Medium Naik, Masih Perlukah Impor? | PT Rifan Financindo Berjangka



Sementara itu, lokasi pengawasan OP akan mencakup 26 Divre, 101 SubDivre, dan 198 lokasi pasar. Tim Pengawasan OP bersama mitra kerjanya akan memastikan pasokan OP beras medium oleh Perum Bulog ke distributor dan pedagang besar sampai ke tangan pedagang di pasar pantauan BPS tanpa kendala.

Enggar mengatakan bahwa Tim Pengawasan OP tersebut akan bertugas dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 8-31 Januari 2018, sedangkan tahap kedua dimulai pada 1 Februari-31 Maret 2018. Tim Pengawas OP tersebut beranggotakan para staf unit Eselon I di lingkungan Kemendag yang akan bermitra dengan Satuan Petugas (Satgas) Pangan, 26 Divisi Regional (Divre) dan 101 SubDivre Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan di 101 kabupaten kota dan 34 Provinsi, serta para pelaku usaha termasuk distributor beras dan pedagang beras di pasar eceran.

Disamping itu, pihaknya juga membentuk Tim Pengawasan Operasi Pasar (OP) Beras Tahun 2018 untuk memantau ketersedian pasokan dan stabilitas harga beras medium yang akan mengawal pelaksanaan operasi pasar hingga Maret 2018. “Pembentukan Tim Pengawasan OP ini dimaksudkan untuk mengawal pelaksanaan operasi pasar beras medium oleh Perum Bulog bersama Dinas Perdagangan dan Satuan Petugas (Satgas) Pangan di seluruh Indonesia," katanya.

Selanjutnya, Enggar mengatakan hanya akan impor jenis beras yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri. Seperti halnya beras basmati yang dibutuhkan oleh industri restoran tertentu namun belum bisa diproduksi di dalam negeri. “Kalo sekarang ada Basmati bagaimana kami mau produksi wong ditanam gak jadi-jadi kok,” terang Enggar. Adapun Enggar menyatakan, seluruh pedagang beras pasar tradisional wajib menjual beras jenis medium dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Meskipun saat ini pedagang mengeluhkan kosongnya ketersedian beras medium tersebut, Enggar menyatakan pihaknya akan minta Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk memberikan stok beras yang ada guna mengisi kekosongan tersebut. “(Keluhan pedagang) yang pasti karena kosong. Apapun alasannya kami gerojokin (memberikan pasokan beras) aja,” terang Enggar.

Berbeda dengan JK, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan tidak akan membuka impor untuk beras kelas medium. Hal tersebut tetap dilakukan meski ada desakan dari pedagang lantaran kurangnya ketersediaan beras jenis itu di pasar. Ia menyatakan selama ini beras kelas medium jenis IR64 atau setra ramos masih diproduksi di Indonesia. Maka dari itu menurutnya tidak perlu adanya impor untuk beras jenis itu. “Beras yang jenis IR64 yang diproduksi di sini kami gak akan impor gak usah impor," kata Enggar pada Senin (8/1).

"Untuk beras saja bahwa tadi sudah disetujui perintahkan operasi pasar besar-besaran keluarkan semua stok Bulog dan itu kita jamin insayallah pada akhir Januari panen sudah mulai, sehingga ketemu antara operasi pasar dengan panen," tuturnya. Meski demikian, opsi impor semakin terbuka bila harga beras medium mencapai Rp12.000 per kg. "Namun demikian, kita tidak mau ambil resiko, kalau satu dua hari masih naik, maka opsi impor harus tetap terbuka. Kalau mencapai harga Rp12.000 per kg itu harga medium ya, karena harga patokannya kan Rp9.300 an," ujarnya.

Di samping itu, Wapres juga meminta kepada Bulog untuk melakukan operasi pasar besar-besaran guna meredam kenaikan harga. Merujuk pada laporan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menurut Wakil Presiden, pada Januari ini juga akan terjadi panen beras untuk padi yang tanam pada Oktober lalu sehingga akan menambah stok beras. Untuk itu, ia berharap dengan operasi pasar dan adanya panen di Januari mampu menstabilkan harga.

Dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium dalam tercatat terus mengalami kenaikan. Pada Minggu 7 Januari, harga rata-rata nasional beras kualitas medium sebesar Rp11.041, Satu hari berikutnya meningkat menjadi Rp11.131 per kilogram dan Selasa kemarin meningkat lagi menjadi Rp11.177 per kg. Harga tersebut melampaui dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp9.450 per Kg.

Kenaikan beras tersebut direspon langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut JK, perlu dilakukannya pengkajian untuk impor beras kelas medium. Hal itu dilakukan sebagai upaya menstabilkan harga beras medium di pasaran. “Opsi impor tidak dilarang, tapi kita minta jajaki tadi, 'incase' ada sesuatu perlu, incase, kalau memang makin naik itu harus impor segera,” katanya kepada Wartawan di Kantor Presiden, kemarin.

Datangi Pasar, Sandi Pastikan Pasokan Beras di DKI Aman | PT Rifan Financindo Berjangka



Ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab naiknya harga beras ini. Salah satunya karena para pedagang mengantisipasi lemahnya pasokan dari distributor. 

Untuk mengatasi hal ini, Sandiaga yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), mengeluarkan maklumat kepada para pedagang terkait pasokan beras di sejumlah pasar. Sandiaga juga mengeluarkan 3.000 ton stok beras yang ada di DKI. 

Dia meminta  PD Pasar Jaya memastikan distribusi beras lancar. "Jadi saya senang tadi pedagang pasar mengatakan tidak menahan barang tapi memang permintaannya tinggi dan habis terus," ujarnya.

Sebelumnya, Sandiaga menerima aduan, harga komoditas beras di pasaran mulai mengalami kenaikan, dari sekitar Rp8 ribu atau Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

Sandiaga telah memerintahkan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, mengenai pasokan dan ketersediaan beras ke depan. Sebab, Kementerian Pertanian memperkirakan tak lama lagi akan panen.

Saat ini, menurut Sandiaga, pasokan beras masih cukup aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan beras. "Harga beras yang melalui program pemerintah seperti terlihat di spanduk itu adalah Rp9.300 dan masyarakat tidak perlu khawatir bahwa suplai dan kualitasnya cukup dan kualitas baik," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Santa Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Januari 2018. Kedatangannya untuk meninjau harga komoditas pangan, terutama beras di Jakarta. 


PT Rifan Financindo


0 Response to "BERAS MEDIUM MAHAL, Spanduk Ketetapan HET Bertebaran di Pasar Cipinang"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Social Media

LINKS

  • PT Rifan Financindo Berjangka Pusat
  • Berita PT Rifan Financindo Berjangka
  • PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru
  • PT Rifan Financindo Berjangka Surabaya
  • PT Rifan Financindo Berjangka Semarang
  • PT Rifan Financindo Berjangka Medan
  • PT Rifan Financindo Berjangka Palembang
  • PT Rifan Financindo Berjangka Jakarta STC
  • PT Rifan Financindo Berjangka Solo
  • PT Rifan Financindo Berjangka Bandung
  • PT Rifan Financindo Berjangka Axa
  • PT Rifan Financindo Berjangka
  • PT Rifan Financindo Berjangka
  • PT Rifan Financindo Berjangka
  • Rifan Financindo
  • PT Rifan Financindo
  • RifanFinancindo

POPULAR POSTS

Label

  • APBN-P
  • Asian Games 2018
  • Bandara Soekarno-Hatta
  • Banjir
  • Bisnis
  • BPS
  • BTN
  • bulutangkis
  • BUMN
  • Ekonomi
  • Ekspor
  • emas
  • Emas Antam
  • GBK
  • Harga Emas
  • IHSG
  • Impor Daging
  • Investasi
  • Kesehatan
  • Keuangan Syariah
  • Kinerja Ekspor Impor
  • KKP
  • Maritim
  • Minyak Mentah
  • Morotai
  • Natuna
  • olimpiade rio 2016
  • OPEC
  • owi butet
  • Pariwisata
  • Perdagangan
  • Perekonomian
  • pt
  • PT Rifan Financindo
  • PT Rifan Financindo Berjangka
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Jakarta STC
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Solo
  • PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya
  • PT Rifan Financindo Berjangka Pusat
  • PT Rifan Financindo Cabang Bandung
  • PT Rifan Financindo Cabang Jakarta STC
  • PT Rifan Financindo Cabang Medan
  • PT Rifan Financindo Cabang Palembang
  • PT Rifan Financindo Cabang Pekanbaru
  • PT Rifan Financindo Cabang Semarang
  • PT Rifan Financindo Cabang Solo
  • PT Rifan Financindo Cabang Surabaya
  • PT Rifan Financindo Pusat
  • PT Rifanfinancindo
  • PT Rifanfinancindo Berjangka
  • Pulau Suaka Pajak
  • RAPBN
  • Rifan Financindo
  • Rifan Financindo Berjangka
  • Rifanfinancindo
  • Rifanfinancindo Berjangka
  • Rokok
  • Rupiah
  • Saham
  • Sukuk Tabungan
  • Tabungan
  • Tax Amnesty
  • Tax Haven
  • Terminal 3
  • UKM
  • Wirausaha
  • WTI
Copyright 2014 PT. Rifan Financindo Berjangka News. All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger